Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Fluktuasi permintaan produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) galon 19 liter menjadi tantangan utama dalam perencanaan produksi berbasis sistem Make to Stock di PT XYZ. Metode peramalan tunggal seperti Single Exponential Smoothing (SES) yang umum digunakan terbukti menghasilkan tingkat kesalahan yang cukup tinggi pada data dengan pola fluktuasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model hibrida Fuzzy Time Series–Single Exponential Smoothing (FTS-SES) yang menggabungkan kemampuan FTS dalam menangkap pola linguistik pada data non-stasioner dengan kemampuan SES dalam penghalusan nilai prediksi, serta membandingkan akurasinya terhadap SES murni. Data historis penjualan periode Januari–November 2025 (11 titik observasi) digunakan sebagai dasar peramalan. Evaluasi akurasi dilakukan menggunakan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil menunjukkan bahwa SES murni dengan parameter α=0,1 menghasilkan MAPE sebesar 11,13% (kategori Baik), sedangkan model hibrida FTS-SES dengan parameter yang sama menghasilkan MAD=1.109, MSE=2.375.624, dan MAPE=3,73% (kategori Sangat Akurat). Peramalan penjualan Desember 2025 menggunakan model hibrida menghasilkan estimasi 30.662 pcs. Penelitian ini berkontribusi sebagai referensi penerapan model hibrida FTS-SES pada industri AMDK di Indonesia dengan periode data yang terbatas.</jats:p>

Show More

Keywords

yang dengan dalam menghasilkan data

Related Articles

PORE

About

Connect