Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Ketidakseimbangan beban kerja pada lini produksi merupakan permasalahan umum pada industri manufaktur yang berdampak langsung terhadap rendahnya efisiensi produksi. Kondisi ini ditandai dengan tingginya waktu menganggur (idle time), munculnya bottleneck, serta tidak tercapainya target output produksi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi lini produksi tinta melalui penerapan metode line balancing dengan pendekatan Ranked Positional Weight (RPW). Metode RPW digunakan untuk mengalokasikan elemen kerja ke dalam stasiun kerja secara sistematis berdasarkan bobot posisi yang mempertimbangkan hubungan ketergantungan antar proses. Data penelitian diperoleh melalui observasi langsung, studi waktu, dan penyusunan precedence diagram pada lini produksi. Tahapan penelitian meliputi perhitungan waktu siklus, penentuan bobot posisi, penyusunan ulang stasiun kerja, serta evaluasi performansi lini sebelum dan sesudah perbaikan menggunakan indikator line efficiency, balance delay, idle time, dan smoothness index. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal lini produksi memiliki nilai line efficiency sebesar 45,89%, balance delay 54,11%, dan smoothness index 11146,4 detik, yang menunjukkan distribusi beban kerja belum seimbang. Setelah penerapan metode RPW, jumlah stasiun kerja berkurang dari 8 menjadi 6 stasiun, dengan peningkatan line efficiency menjadi 61,19%, penurunan balance delay menjadi 38,81%, serta penurunan smoothness index menjadi 8516,5 detik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode RPW mampu mengurangi waktu menganggur, memperbaiki distribusi beban kerja, dan meningkatkan efisiensi lini produksi secara signifikan. Dengan demikian, metode RPW efektif digunakan sebagai alternatif perbaikan keseimbangan lini produksi pada industri manufaktur.</jats:p>

Show More

Keywords

produksi kerja lini metode pada

Related Articles

PORE

About

Connect