Abstract
<jats:p>PT. XYZ mengalami permasalahan terkait dengan cacat kemasan dan memerlukan adanya penyelesaian masalah tersebut. Cacat kemasan dapat mengganggu proses pengemasan terutama dalam pemenuhan target produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengendalikan cacat kemasan pada produk tepung terigu di lini CP1. Metode Statistical Process Control (SPC) dengan pendekatan P-Chart digunakan untuk memantau kestabilan proses, sementara Fishbone Diagram diterapkan untuk mengidentifikasi penyebab utama cacat. Data dari Januari hingga Desember 2024 dianalisis untuk dua produk, yakni Tepung A dan Tepung B. Hasil menunjukkan bahwa Tepung A mengalami cacat di luar batas kendali pada bulan September sebesar 0.8% cacat kemasan dari 381852 Pcs, sedangkan Tepung B tetap dalam batas meskipun sempat meningkat pada Januari sebesar 0.1% cacat kemasan dari 444228 Pcs. Berdasarkan Fishbone Diagram, faktor penyebab cacat meliputi manusia, mesin, metode kerja, material, lingkungan, dimana salah satunya penyebabnya sealing yang sering kotor pada aspek mesin, serta kurangnya kepedulian operator dari aspek manusia. Studi ini menyimpulkan bahwa peningkatan dalam pengendalian proses dan pelatihan operator sangat diperlukan untuk menekan tingkat cacat. Pendekatan gabungan antara SPC dan Fishbone Diagram efektif dalam menilai proses dan memberikan solusi peningkatan kualitas kemasan tepung terigu</jats:p>