Abstract
<jats:p>PT. Inovasi Anak Negeri (INAGI) merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi berbagai mesin agrokompleks. Peningkatan aktivitas produksi di PT. Inovasi Anak Negeri menyebabkan intensitas pergerakan material di gudang semakin tinggi. Namun, tata letak gudang yang belum disusun berdasarkan frekuensi penggunaan material menimbulkan permasalahan berupa jarak tempuh operator yang panjang, waktu pengambilan material yang lama, serta terjadinya backtracking. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya efisiensi aktivitas material handling dan produktivitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang tata letak gudang yang lebih efisien dengan menerapkan metode Class-Based Storage (CBS) berdasarkan frekuensi penggunaan material. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan pengukuran jarak serta waktu pengambilan material. Material kemudian diklasifikasikan ke dalam kelas A, B, dan C menggunakan analisis CBS, lalu dirancang tata letak usulan yang divisualisasikan dengan SketchUp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan CBS mampu menghemat total jarak tempuh operator sebesar 2.012 meter. Selain itu, waktu material handling terjadi penghematan sebesar 1,41 menit per minggu. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan tata letak gudang berbasis klasifikasi ABC dengan metode Class-Based Storage mampu meningkatkan efisiensi aktivitas material handling di PT. Inovasi Anak Negeri.</jats:p>