Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Etilen glikol (EG) merupakan senyawa toksik yang dapat menginduksi neuroinflamasi melalui peningkatan ekspresi interleukin-6 (IL-6), yaitu sitokin pro-inflamasi kunci. Ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dikenal memiliki aktivitas antioksidan dan anti-inflamasi, tetapi efeknya terhadap ekspresi IL-6 pada otak yang terpapar EG belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek pemberian ekstrak daun kelor terhadap ekspresi mRNA IL-6 pada jaringan otak tikus yang diinduksi EG. Sebanyak 15 ekor tikus jantan galur Wistar dibagi menjadi 5 kelompok: kontrol normal (KN), kontrol negatif (K- induksi EG 0,75%), dan tiga kelompok perlakuan yang diberi ekstrak daun kelor dosis 150, 300, dan 450 mg/kgBB setelah induksi EG. Ekspresi mRNA IL-6 dianalisis menggunakan RT-PCR dan dievaluasi dengan ImageJ setelah normalisasi terhadap GAPDH. Induksi EG secara signifikan meningkatkan ekspresi mRNA IL-6 sebesar 2,34 kali lipat dibandingkan KN. Pemberian ekstrak dosis 150 mg/kgBB menurunkan ekspresi IL-6 hingga 1,50 kali lipat, menunjukkan efek anti-inflamasi optimal. Namun, pada dosis 300 dan 450 mg/kgBB, ekspresi IL-6 masing-masing menjadi 1,65 dan 2,08 kali lipat, menunjukkan respons yang tidak linear. Ekstrak daun kelor memiliki efek anti-inflamasi dalam menekan ekspresi mRNA IL-6, tetapi efek ini bersifat non-linear dan bergantung pada dosis. Dosis 150 mg/kgBB menunjukkan efektivitas tertinggi.</jats:p>

Show More

Keywords

ekspresi yang ekstrak dosis daun

Related Articles

PORE

About

Connect