Back to Search View Original Cite This Article

Abstract

<jats:p>Kebutuhan akan makanan tambahan (camilan) menjadikan pilihan seseorang mengkonsumsinya. Keripik singkong adalah salah satu camilan yang mengandung sumber energi dari karbohidrat kompleks, serat untuk pencernaan, serta antioksidan seperti vitamin C dan beta-karoten yang melindungi tubuh. Suatu usaha rumahan (home industry) membuat keripik singkong menggunakan cara sederhana yaitu sebatas mencuci, mengiris, menggoreng, meniris, dan membungkus tanpa menggunakan metoda penjadwalan dan peramalan produksi. Hal ini akan membuat jumlah yang diproduksi tidak konsisten dalam pelaksanaannya. Kondisi ini juga membuat adanya kelebihan dan kekurangan hasil produksi yang berimbas pada tidak terpenuhinya keinginan konsumen. Penelitian ini bertujuan memberikan masukan kepada usaha rumahan dengan menggunakan metoda sequencing yaitu short processing time (SPT) untuk penjadwalan serta moving averages untuk peramalan produksi agar diperoleh hasil penjadwalan dan peramalan yang akan menjadi rujukan dalam proses pembuatan keripik singkong. Dari data-data yang dimiliki oleh usaha rumahan ini baik data secara kuantitas atau kualitas, maka didapat hasil yang bisa dijadikan rujukan. Adapun hasil dari kedua metoda tersebut adalah Rata-rata waktu pekerjaan adalah 60 menit, Utilisasi pekerjaan dengan shortes processing time adalah 35,8%, Rata-rata pekerjaan di sistem adalah 2,79 pekerjaan atau dibulatkan menjadi 3 pekerjaan, Rata-rata keterlambatan pekerjaan adalah 48,5 menit atau dibulatkan menjadi 49 menit. Sedangakan jumlah yang akan di buat (diproses) disesuaikan dari perhitungan peramalan data yang dimiliki, sehingga dari hal ini didapatkan jumlah yang bisa dijadikan rujukan dalam pelaksanannya.</jats:p>

Show More

Keywords

yang adalah pekerjaan dari akan

Related Articles

PORE

About

Connect