Abstract
<jats:p>Desa Jerogunung merupakan wilayah dengan aktivitas peternakan sapi yang cukup tinggi dan menghasilkan limbah kotoran dalam jumlah signifikan. Berdasarkan observasi lapangan, terdapat ±118 ekor sapi dengan estimasi produksi limbah 10–15 kg per ekor per hari sehingga total limbah mencapai ±1,2 ton per hari. Sebagian besar limbah tersebut belum dikelola optimal dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik cair (POC) melalui metode fermentasi sederhana berbasis pemberdayaan masyarakat. Program melibatkan 27 peternak dan anggota kelompok tani. Produksi dilakukan menggunakan 10 kg kotoran sapi, 20 liter air, 500 ml molase, dan 250 ml EM4 dalam wadah 60 liter dengan fermentasi anaerob selama 14 hari, menghasilkan ±50 liter POC per siklus. Aplikasi POC pada tanaman cabai, sawi, dan terong menunjukkan peningkatan tinggi tanaman rata-rata 18–22% dan peningkatan jumlah daun 20–25% dibandingkan kontrol tanpa POC. Selain itu, sebanyak 67% peserta mampu memproduksi ulang POC secara mandiri setelah pelatihan, serta terjadi penurunan pembuangan limbah langsung ke lingkungan hingga 60%. Hasil ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah kotoran sapi menjadi POC efektif dalam mendukung pertanian ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat desa secara berkelanjutan.</jats:p>